Welcome To My Blog

Thanks for Visiting my Blog :)
I wrote my minds in here, I hope my articles will be useful for you.
If you don't mind, please, be my follower so that we can share our minds, thanks.

mylife-diechemie.blogspot.com
My Email: dertraum0127@gmail.com

Thank you for all participants supporting this blog. Especially the download link's sources and bibliographies.

I'm not an expert teacher or lecturer of chemistry. I was only a student from SMA NEGERI 15 SURABAYA who had been one of the Bronze Medalist Participants of Olimpiade Sains Nasional X (2011) of Chemistry In Manado, North Sulawesi, 11 - 16 September 2011 and graduated in 2012. Now, I'm studying at Universitas Airlangga in Surabaya, Indonesia. I do love chemistry and I would like to help them who had difficulties in studying chemistry. That's why, please understand me if you found some misconcepts in my entries. Suggestions are always necessary in order to develop this blog. And I'm sorry because my English isn't so well.

All posts are originally created by me. I never stole from any sites or somebody's blog. Although sometimes I took pictures or data from other sites, I always wrote the source of that pictures or data.


Protected by Copyscape Unique Content Checker

The Documents

Monday, June 20, 2011

Endoterm VS Eksoterm

Seperti yang kita ketahui ketika kita mempelajari termodinamika kimia, suatu reaksi diklasifikasikan menjadi dua jenis: Endoterm dan eksoterm. Endoterm adalah suatu reaksi kimia dimana sistem menyerap energi dari lingkungan sehingga suhu lingkungan akan berkurang. Eksoterm adalah suatu reaksi kimia dimana sistem melepas energi ke lingkungan sehingga suhu lingkungan akan meningkat.

Namun, bagaimana cara kita menentukan suatu reaksi disebut endoterm atau eksoterm secara perhitungan atau secara teori?

Perlu kita tahu pada reaksi kimia normal, sebagai contoh adalah reaksi antara HCl dan NaOH, pasti akan terjadi pemutusan ikatan antar senyawa terlebih dahulu dan kemudian akan terjadi pembentukan ikatan antar senyawa lain sehingga terbentuklah senyawa baru yaitu NaCl dan H2O.

Untuk memutuskan ikatan, suatu senyawa akan menyerap energi secukupnya agar senyawa tersebut memiliki kekuatan untuk memutuskan ikatannya sehingga bisa kita katakan bahwa pemutusan ikatan merupakan reaksi endoterm.

Sebaliknya, untuk membentuk ikatan, suatu senyawa akan melepas energi secukupnya agar senyawa tersebut seakan – akan melemah dan tertarik untuk membentuk ikatan baru sehingga bisa kita katakan bahwa pembentukan ikatan merupakan reaksi enksoterm.

Mari kita perhatikan tahapan pembentukan NaCl dari reaksi antara HCl dan NaOH:

STEP 1

H – Cl --> H+ + Cl-

Na – OH --> Na+ + OH-

STEP 2

Na+ + Cl- --> Na – Cl

H+ + OH- --> H – OH

Reaksi Bersih:

H – Cl + Na – OH --> Na – Cl + H – OH

Sebagai tambahan, tanda “–“ disini menandakan suatu ikatan antar spesies.

Dengan menggunakan hukum Hess, maka kita tahu bahwa dalam menghitung perubahan entalpi suatu reaksi kimia maka kita perlu mengurangkan jumlah energi ikatan (EI) reaktan dengan jumlah energi ikatan produk.

Sedangkan dengan menggunakan hukum Hess juga, kita dapat menghitung pertubahan entalpi suatu reaksi kimia dari perubahan entalpi pembentukan standar (∆Hof) dengan mengurangkan jumlah ∆Hof produk terhadap jumlah ∆Hof reaktan.

Apabila dalam perhitungannya, energi yang dimiliki produk lebih besar (Stabil) dibandingkan energi yang dimiliki reaktan, maka reaksi berlangsung dalam keadaan eksoterm, demikian sebaliknya. Reaksi eksoterm lebih sering terjadi karena produk lebih stabil dibanding reaktannya.

No comments:

Post a Comment