Welcome To My Blog

Thanks for Visiting my Blog :)
I wrote my minds in here, I hope my articles will be useful for you.
If you don't mind, please, be my follower so that we can share our minds, thanks.

mylife-diechemie.blogspot.com
My Email: dertraum0127@gmail.com

Thank you for all participants supporting this blog. Especially the download link's sources and bibliographies.

I'm not an expert teacher or lecturer of chemistry. I was only a student from SMA NEGERI 15 SURABAYA who had been one of the Bronze Medalist Participants of Olimpiade Sains Nasional X (2011) of Chemistry In Manado, North Sulawesi, 11 - 16 September 2011 and graduated in 2012. Now, I'm studying at Universitas Airlangga in Surabaya, Indonesia. I do love chemistry and I would like to help them who had difficulties in studying chemistry. That's why, please understand me if you found some misconcepts in my entries. Suggestions are always necessary in order to develop this blog. And I'm sorry because my English isn't so well.

All posts are originally created by me. I never stole from any sites or somebody's blog. Although sometimes I took pictures or data from other sites, I always wrote the source of that pictures or data.


Protected by Copyscape Unique Content Checker

The Documents

Friday, June 17, 2011

Faktor Van't Hoff

Sifat koligatif larutan dipengaruhi oleh banyaknya jumlah solut didalam solvent. Raoult telah menyimpulkan bahwa sifat koligatif larutan ada 4, yaitu: Penurunan tekanan uap, penurunan titik beku, kenaikan titik didih, dan tekanan osmotik.

Tetapi hukum Raoult hanya berlaku untuk Larutan Ideal. Larutan ideal berarti larutan yang setelah kedua zat dicampur menjadi satu, tidak akan terjadi gaya ikat antar senyawa berlainan. Tentu hal ini tidak berlaku bagi larutan elektrolit dikarenakan larutan elektrolit akan mengalami ionisasi menjadi ion – ionnya.

Van’t Hoff telah mengetahui kejadian ini dan akhirnya beliau menemukan suatu prinsip tambahan pada sifat koligatif larutan, yaitu faktor Van’t Hoff (i).

Mari kita ambil a mol NaCl didalam 1 Liter larutannya sebagai contoh:


Saya menggunakan reaksi kesetimbangan disini dikarenakan pada kenyataannya tidak semua NaCl terionisasi menjadi ion – ionnya karena akan terjadi gaya ikat antar ion dengan NaCl(aq) sehingga menahan sebagian kecil (Sekitar 5%) NaCl(aq) untuk terionisasi.

Total partikel dalam keadaan setimbang:


Kita hanya menginginkan nilai “i” saja, sehingga kita perlu membagi total partikel dengan a sehingga total partikel dalam keadaan setimbang menjadi.

Apabila kita anggap derajat ionisasi NaCl adalah 95%, maka nilai i = 1,95.

Kita bandingkan bahwa jumlah partikel NaCl yang sudah dilarutkan apabila kita anggap NaCl larut sempurna adalah 2 (Na+ dan Cl-). Apabila kita anggap i NaCl adalah 2, maka nilai faktor Van’t Hoff tersebut dinamakan dengan nilai teoritis.

Bagaimana jika kita melarutkan suatu senyawa AxBy ?


Total partikel dalam keadaan setimbang:


Nilai Faktor Van’t Hoff (n dibagi dengan a):


Karena x + y adalah jumlah partikel (koefisien) dalam keadaan setimbang, makan pada akhirnya, faktor Van’t Hoff dinyatakan dalam:

Dengan:

n = Jumlah partikel produk dalam keadaan setimbang (Total Koefisien)

α = Derajat ionisasi

Faktor Van’t Hoff inilah yang menyebabkan perhitungan sifat koligatif larutan pada larutan elektrolit akan berbeda dengan sifatnya pada larutan non-elektrolit pada konsentrasi Molar dan Molalitas yang sama (Belum melibatkan faktor Van’t Hoff).

Contoh Soal:

Bandingkan tekanan osmotik Glukosa dengan Al2(SO4)3 yang diasumsikan memiliki derajat ionisasi 92,5% apabila diketahui konsentrasi molar kedua zat tersebut adalah 2 M pada suhu 27oC.

Jawaban:

π = M R T i

Untuk glukosa:

π = 2 x 0,082 x 300 x 1

π = 49,2 atm.

Untuk Al2(SO4)3:

π = 2 x 0,082 x 300 x (1 + (5-1) x 0,925)

π = 231,24 atm.

Tambahan: Faktor Van’t Hoff untuk larutan non-elektrolit selalu 1 dikarenakan larutan non-elektrolit tidak memiliki derajat ionisasi. [i = (1 + (1-1) x 0) = 1]

4 comments: