Welcome To My Blog

Thanks for Visiting my Blog :)
I wrote my minds in here, I hope my articles will be useful for you.
If you don't mind, please, be my follower so that we can share our minds, thanks.

mylife-diechemie.blogspot.com
My Email: dertraum0127@gmail.com

Thank you for all participants supporting this blog. Especially the download link's sources and bibliographies.

I'm not an expert teacher or lecturer of chemistry. I was only a student from SMA NEGERI 15 SURABAYA who had been one of the Bronze Medalist Participants of Olimpiade Sains Nasional X (2011) of Chemistry In Manado, North Sulawesi, 11 - 16 September 2011 and graduated in 2012. Now, I'm studying at Universitas Airlangga in Surabaya, Indonesia. I do love chemistry and I would like to help them who had difficulties in studying chemistry. That's why, please understand me if you found some misconcepts in my entries. Suggestions are always necessary in order to develop this blog. And I'm sorry because my English isn't so well.

All posts are originally created by me. I never stole from any sites or somebody's blog. Although sometimes I took pictures or data from other sites, I always wrote the source of that pictures or data.


Protected by Copyscape Unique Content Checker

The Documents

Tuesday, June 21, 2011

Prinsip Le Chatellier

Apabila sebuah reaksi kesetimbangan terganggu, maka reaksi tersebut akan melakukan aksi untuk membentuk kesetimbangan baru.” Demikian prinsip Le Chartelier, banyak siswa merasa kerepotan dengan aplikasi soal pada prinsip ini. Mari kita bahas beberapa aplikasinya.

Yang perlu anda ketahui bahwa nilai tetapan kesetimbangan tidak akan pernah berubah selama suhu tidak berubah. Yang berubah adalah nilai kuosiennya. Nilai kuosien inilah yang menentukan ke arah mana kesetimbangan akan bergeser. Pergeseran kesetimbangan inilah yang menjadi aksi membentuk kesetimbangan baru.

Pada Gas

Contoh Pertama:

Dalam kesetimbangannya, terdapat 5 mol A, 5 mol B, 6 mol C, dan 8 mol D dalam wadah 1 liter. Apabila konsentrasi C ditambah 2 mol, tentukan konsentrasi masing – masing zat dalam kesetimbangannya yang baru! (Semua zat adalah gas)

Jawab:

Tentukan terlebih dahulu nilai konstanta kesetimbangannya:

Kc = 1,92

Reaksi kesetimbangan:

Mol pada awal reaksi adalah sebagaimana tercantum diatas. Karena adanya perubahan mol pada ruas kanan (produk), tentu reaksi akan bergeser kearah reaktan.

Aksi pergeseran tersebut dilakukan dengan cara menambahkan x mol masing – masing zat pada reaktan (dimana reaksi bergeser) dan mengurangkan x mol masing – masing zat pada produk. Tentu koefisien zat mempengaruhi nilai x. Dan ingat, nilai Kc tidak berubah karena suhu tidak berubah.

Menentukan nilai X:



Sehingga konsentrasi masing – masing zat pada kesetimbangan barunya adalah:
A = 5,45 M, B = 5,45 M, C = 7,55 M, D = 7,55 M.

Contoh kedua:

(OSP 2010)

Dapat kita simpulkan bahwa kita harus menentukan jumlah mol disaat gangguan, kemudian memisalkan aksi yang dilakukan kesetimbangan dengan X, dan mencari nilai X dengan Keq.


Pada Larutan

Contoh Pertama:

Pada suhu tertentu, dengan Ksp = 10-6, tentukan kelarutan AgCl didalam larutan HCl 0,1 M!

Jawab:
Langkah pertama adalah menentukan kelarutan AgCl jenuh (Didalam Air)

AgCl(s) <----> Ag+ + Cl-

Ksp = [Ag+] [Cl-]

10-6 = s2

s = 10-3 M

Sekarang kita telah mengetahui kelarutan AgCl didalam air.

Langkah kedua adalah menentukan kelarutan AgCl didalam HCl 0,1 M.

Karena nilai s telah diketahui (10-3) anda dapat menentukan kelarutannya didalam HCl 0,1 M.

Untuk memudahkan pekerjaan, biasanya nilai s pada gangguan kesetimbangan (0,1+s) diabaikan karena nilainya yang sangat kecil. Tetapi kali ini kita tidak akan mengabaikannya.



Nilai x sangat kecil sehingga diabaikan. Ingat bahwa konsentrasi padatan tidak mempengaruhi kesetimbangan.

Ksp = [Ag+][Cl-]

10-6 = [s-x] [0,101]

s-x = 10-5 M

Sehingga s akhir = 10-5 M.

Contoh kedua:

500 gram AgBrO3 padat terdapat dalam 100 mL larutan KBrO3 0,l M. Jika larutan tersebut diencerkan menjadi 1 liter, dan diketahui Ksp (AgBrO3) = 6 x 10-5, konsentrasi ion Ag+ adalah. . . (SPMB 1986)


Jawab:
Kita harus menentukan terlebih dahulu konsentrasi KBrO
3 setelelah diencerkan.

M1 x V1 = M2 x V2

100 x 0,1 = 1000 x M2

2 = 0,01 M


Maka kesetimbangan setelah pengenceran:

AgBrO3 (s) <----> Ag+ + BrO3-

6 x 10-5 = [Ag+] [0,01]

[Ag+] = 6 x 10-3 M

Dari sini kita mengetahui bahwa dalam menentukan kelarutan setelah kesetimbangan baru terbentuk, yang menjadi acuan adalah konsentrasi ion sejenis.

No comments:

Post a Comment