Welcome To My Blog

Thanks for Visiting my Blog :)
I wrote my minds in here, I hope my articles will be useful for you.
If you don't mind, please, be my follower so that we can share our minds, thanks.

mylife-diechemie.blogspot.com
My Email: dertraum0127@gmail.com

Thank you for all participants supporting this blog. Especially the download link's sources and bibliographies.

I'm not an expert teacher or lecturer of chemistry. I was only a student from SMA NEGERI 15 SURABAYA who had been one of the Bronze Medalist Participants of Olimpiade Sains Nasional X (2011) of Chemistry In Manado, North Sulawesi, 11 - 16 September 2011 and graduated in 2012. Now, I'm studying at Universitas Airlangga in Surabaya, Indonesia. I do love chemistry and I would like to help them who had difficulties in studying chemistry. That's why, please understand me if you found some misconcepts in my entries. Suggestions are always necessary in order to develop this blog. And I'm sorry because my English isn't so well.

All posts are originally created by me. I never stole from any sites or somebody's blog. Although sometimes I took pictures or data from other sites, I always wrote the source of that pictures or data.


Protected by Copyscape Unique Content Checker

The Documents

Monday, June 13, 2011

Teori Orbital Molekul

Ada beberapa teori yang memberikan postulat – postulatnya tentang bagaimana bentuk dari suatu senyawa, antara lain: Teori Valence-Shell Electron Pair Repulsion (VSEPR), Teori Ikatan Valensi, Teori Orbital Molekul, Teori Lewis, dan sebagainya.

Kali ini kita akan membahas Teori Orbital Molekul pada senyawa diatomik (Terdiri dari dua unsur.)

Subjek pertama kita adalah O2 (Diatomik Homonuklir). Homonuklir berarti memiliki inti atom yang identik.

Tentu atom yang sama akan memiliki tingkat energi yang sama pula. Disini kita akan mengukur tingkat energi potensialnya disaat orbital molekul terbentuk.

Konfigurasi 8O = [He] 2s2 2p4
Sehingga:

Dari gambar tersebut dapat kita ketahui bahwa selain adanya orbital atom (Samping), ada juga orbital molekul (Tengah). Elektron – elektron pada orbital molekul merupakan jumlah dari elektron – elektron yang terdapat didalam masing – masing orbital kulit valensi unsur penyusunnya.

Orbital s akan membentuk ikatan sigma dan orbital p akan membentuk ikatan pi. Orbital dengan tanda asterik (*) berarti merupakan orbital anti pengikatan yang menyebabkan molekul menjadi tidak stabil. Semakin banyak elektron pada orbital anti pengikatan, suatu molekul akan semakin tidak stabil. Dari gambar tersebut dapat kita ketahui bahwa gas O2 merupakan gas paramagnetik karena elektron tidak mengisi orbital π*px dan π*py secara penuh.

Sehingga konfigurasi elektron valensi molekul O2 adalah:

2s)2*2s)22pz)2 2px)2 2py)2 *2px)1 *2py)1 atau (σ2s)2*2s)22p)2 2p)4 *2p)2

Kita dapat menuliskan seperti bentuk kedua karena orientasi x, y, z tidak menjadi masalah yang berarti.

Bentuk diagram energi lainnya dari O2:



Sekarang kita bahas subjek kedua kita, yaotu gas CO (Diatomik, Heteronuklir).

Konfigurasi dari 6C = [He] 2s2 2p2 dan 8O = [He] 2s2 2p4
Karena elektonegativitas dari kedua atom tersebut berbeda, maka tentu mereka memiliki tingkat energi yang berbeda. Sehingga gambir orbital molekulnya adalah:



Sehingga konfigurasi elektron valensi molekul CO adalah:

2s)2*2s)22p)4 2p)2

Pada molekul diatomik heteronuklir, energi orbital π2p lebih rendah dibanding σ2p, sehingga letak orbital σ2p berada diatas π2p, berbeda dengan letak orbital kedua orbital tersebut pada molekul diatomik homonuklir.


Derajat Ikatan (DI)

Untuk menentukan seberapa stabil suatu molekul diatomik, kita tentu membutuhkan patokan kuantitatifnya. Disini dapat kita gunakan derajat ikatan sebagai nilai kestabilan tersebut. Semakin besar nilai DI, semakin stabil molekul tersebut.

Dengan rumus DI adalah:

Dari rumus tersebut, dapat kita simpulkan semakin banyak elektron pada orbital anti ikatan, semakin tidak stabil molekul tersebut, dan sebagainya.


Contoh Soal:

Tentukan derajat ikatan molekul O2- dan gambarkan struktur lewisnya!

Jawab:

Konfigurasi Elektron Valensi Molekul O­2­-:

2s)2*2s)22p)2 2p)4 *2p)3



Soal:

1. Gambarkan diagram energi orbital molekul gas NO.

2. Manakah yang lebih stabil? NO+, NO, atau NO- ? Buktikan! (Jawab: NO+)

3. Manakah yang lebih stabil? O2+, O2, O2-, atau O22- ? Buktikan! (Jawab: O2+)

2 comments:

  1. Salam kenal, semoga bisa saling share tentang kimia...

    ReplyDelete
  2. Oke salam kenal juga, semoga ilmu kita semakin bertambah :D

    ReplyDelete