Welcome To My Blog

Thanks for Visiting my Blog :)
I wrote my minds in here, I hope my articles will be useful for you.
If you don't mind, please, be my follower so that we can share our minds, thanks.

mylife-diechemie.blogspot.com
My Email: dertraum0127@gmail.com

Thank you for all participants supporting this blog. Especially the download link's sources and bibliographies.

I'm not an expert teacher or lecturer of chemistry. I was only a student from SMA NEGERI 15 SURABAYA who had been one of the Bronze Medalist Participants of Olimpiade Sains Nasional X (2011) of Chemistry In Manado, North Sulawesi, 11 - 16 September 2011 and graduated in 2012. Now, I'm studying at Universitas Airlangga in Surabaya, Indonesia. I do love chemistry and I would like to help them who had difficulties in studying chemistry. That's why, please understand me if you found some misconcepts in my entries. Suggestions are always necessary in order to develop this blog. And I'm sorry because my English isn't so well.

All posts are originally created by me. I never stole from any sites or somebody's blog. Although sometimes I took pictures or data from other sites, I always wrote the source of that pictures or data.


Protected by Copyscape Unique Content Checker

The Documents

Monday, June 20, 2011

Titrasi Asam Terhadap Basa

Dalam titrasi, yang paling utama adalah anda harus menuliskan reaksi kimianya terlebih dahulu (Apabila kedua zat telah diketahui). Kemudian menentukan indikator yang cocok.

Terdapat beberapa syarat asam yang dititrasi oleh basa kuat yaitu:

1. Ka > 10-7
2. Reaksi berjalan cepat. Jika tidak, harus ditambahkan katalis. Tujuannya adalah agar titrasi dapat diamati.
3. Reaksi secara stoikiometri adalah reaksi sederhana.

Contoh TItrasi Asam Kuat Terhadap Basa Kuat:
HCl (0,1N 25 mL) + NaOH (0,1N 25 mL) --> NaCl + H2O

Kurva Titrasi:



Penjelasan:

1. Pada awal titrasi, seiring dengan penambahan NaOH, pH akan meningkat sedikit demi sedikit,
2. Titik V merupakan titik ekivalen, yaitu dimana mol asam tepat sama dengan mol basa. Disini mol kedua zat adalah 2,5 mmol.
3. Wilayah ungu adalah dimana indikator Phenolftalein (PP) mengalami perubahan warna. Meski rentang pH PP adalah 8,3 – 10, PP tetap dapat digunakan dikarenakan kurva kemiringan di titik 25 mL sangat curam. Hal ini tidak bisa dilakukan apabila dilakukan titrasi asam lemah terhadap basa kuat. Titik disaat indikator tepat berubah warna disebut titik akhir titrasi. Penambahan indikator tidak perlu banyak – banyak (Sekitar 3 tetes).
4. Karena garam yang terbentuk pada titik V adalah NaCl, maka pH Ekivalen adalah 7.
5. Apabila terjadi kelebihan basa, pH akan meningkat secara teratur.


Contoh Titrasi Asam Lemah terhadap Basa Kuat.
CH3COOH (0,1N 25 mL) + NaOH (0,1N 25 mL) --> CH3COONa + H2O

pH awal = - log [H+] = - log (0,1) = 1
pH Ekivalen (Hidrolisis Parsial) pada suhu 25oC :



Penjelasan:
1. Pada awal titrasi, karena terjadi kelebihan asam lemah, maka sistem buffer dapat mempertahankan pH-nya.
2. Pada titik S dimana merupakan titik ekivalen dengan pH = 8,722 terbentuk garam CH3COONa yang mengalami hidrolisis parsial.
3. Indikator PP masih dapat digunakan pada kasus ini karena pH ekivalen masih memasuki rentang pH indikator pada titik akhir titrasi.
4. Setelah titik ekivalen, pH perlahan – lahan meningkat seiring penambahan NaOH.

Untuk titrasi Basa terhadap Asam, kurva yang ditimbulkan serupa dengan kedua kurva diatas hanya saja, kurva dimulai dari pH awal basa dan berakhir dibawah 7.

Berikut adalah daftar indikator beserta rentang pH-nya:

Tambahan:

Kita tidak dapat menggunakan asam atau basa lemah sebagai zat pentitrasi pada prakteknya dikarenakan kurva titrasi yang dihasilkan akan memberikan kita hasil yang susah untuk dibaca dan indikator yang digunakan perlu diperhitungkan.

No comments:

Post a Comment