Welcome To My Blog

Thanks for Visiting my Blog :)
I wrote my minds in here, I hope my articles will be useful for you.
If you don't mind, please, be my follower so that we can share our minds, thanks.

mylife-diechemie.blogspot.com
My Email: dertraum0127@gmail.com

Thank you for all participants supporting this blog. Especially the download link's sources and bibliographies.

I'm not an expert teacher or lecturer of chemistry. I was only a student from SMA NEGERI 15 SURABAYA who had been one of the Bronze Medalist Participants of Olimpiade Sains Nasional X (2011) of Chemistry In Manado, North Sulawesi, 11 - 16 September 2011 and graduated in 2012. Now, I'm studying at Universitas Airlangga in Surabaya, Indonesia. I do love chemistry and I would like to help them who had difficulties in studying chemistry. That's why, please understand me if you found some misconcepts in my entries. Suggestions are always necessary in order to develop this blog. And I'm sorry because my English isn't so well.

All posts are originally created by me. I never stole from any sites or somebody's blog. Although sometimes I took pictures or data from other sites, I always wrote the source of that pictures or data.


Protected by Copyscape Unique Content Checker

Thursday, September 29, 2011

Koefisien Partisi

Pembahasan kali ini sebenarnya lebih sering dibahas di kimia farmasi, tapi karena materi Koefisien Partisi termasuk dalam silabus Olimpiade Sains Nasional Kimia, akan saya bahas sedikit pada postingan kali ini.

Suatu senyawa obat - obatan (Biasanya Alkaloid) dapat larut baik dalam pelarut organik (Contoh: Metanol) maupun pelarut anorganik (Contoh: Air). Syarat untuk terjadinya Partisi kedua pelarut adalah, kedua senyawa tersebut tidak saling melarutkan (Immiscible) yang berarti salah satu pelarut bersifat polar sedangkan pelarut lain bersifat non polar. Dengan keberadaan kedua pelarut ini, zat terlarut akan mendistribusikan dirinya dalam 2 solvent sesuai afinitasnya pada masing - masing solvent.

Sehingga terciptalah persamaan kimia ketika suatu Obat dilarutkan dalam Pelarut Organik dan Pelarut air:




Koefisien Partisi (P) merupakan konstanta kesetimbangan dari kedua konsentrasi yang terciptakan dari pelarutan obat dalam 2 pelarut yang berbeda sifat.


Contoh suatu obat (dalam vial) dilarutkan dalam partisi pelarut (dalam corong pemisah)


Contoh Soal:
Dalam suatu analisis, 100 mg obat dilarutkan dalam pelarut Metanol - Air dengan perbandingan volume 1:1 dalam 100 mL Pelarut. Diketahui bahwa setelah proses pelarutan berakhir, sebanyak 66,7 mg obat larut dalam pelarut metanol. Tentukan Koefisien Partisi obat tersebut!

Jawaban:
Diketahui 100 mL pelarut Metanol - Air dengan perbandingan volume 1 : 1, ini berarti masing - masing pelarut mempunyai volume 50 mL. Jika terdapat 66,7 mg obat larut dalam Metanol, berarti 33,3 mg obat larut dalam air dan obat tidak terionisasi karena tidak ada data yang mendukung.

[Organik] = 66,7 / 50
[Air] = 33,3 / 50

Sehingga P = 2.

Latihan Soal:
Suatu obat bersifat basa dengan pKa = 9,4 dan P = 65 diinfuskan kepada seorang pasien. Kemudian, 5 mL plasma darah pasien diambil dan diekstrak dalam 10 mL Oktanol dengan kelarutan 34 ng/mL. Tentukan:

a. Koefisien Partisi Tampak (Papp) pada pH 7,4
b. Molaritas plama sebelum diekstrak.
c. Persentase obat yang terekstrasi.

(Jawaban: a = 0,65 ; b = 52,3 ng/mL ; c = 56,5%)

Sumber Gambar:
http://www.ecs.umass.edu/cee/reckhow/courses/572/572bk14/572BK14_files/image002.gif

Tinjauan Pustaka:
Cairns, Donald. 2004. Intisari Kimia Farmasi (Terjemahan). Penerbit Buku Kedokteran (EGC)

No comments:

Post a Comment