Welcome To My Blog

Thanks for Visiting my Blog :)
I wrote my minds in here, I hope my articles will be useful for you.
If you don't mind, please, be my follower so that we can share our minds, thanks.

mylife-diechemie.blogspot.com
My Email: dertraum0127@gmail.com

Thank you for all participants supporting this blog. Especially the download link's sources and bibliographies.

I'm not an expert teacher or lecturer of chemistry. I was only a student from SMA NEGERI 15 SURABAYA who had been one of the Bronze Medalist Participants of Olimpiade Sains Nasional X (2011) of Chemistry In Manado, North Sulawesi, 11 - 16 September 2011 and graduated in 2012. Now, I'm studying at Universitas Airlangga in Surabaya, Indonesia. I do love chemistry and I would like to help them who had difficulties in studying chemistry. That's why, please understand me if you found some misconcepts in my entries. Suggestions are always necessary in order to develop this blog. And I'm sorry because my English isn't so well.

All posts are originally created by me. I never stole from any sites or somebody's blog. Although sometimes I took pictures or data from other sites, I always wrote the source of that pictures or data.


Protected by Copyscape Unique Content Checker

Wednesday, October 05, 2011

Pengaruh Kecenderungan Sifat Periodik Kimia pada Sifat Fisis Alkali dan Halogen

Sebelum membahas topik kali ini, Anda harus memahami kembali arti dari Energi Ionisasi, Afinitas Elektron, dan Elektronegativitas.

Energi Ionisasi Pertama adalah energi yang dibutuhkan oleh suatu atom dalam fasa gas untuk melepas satu elektronnya menjadi ion positif (kation).

Afinitas Elektron Pertama adalah energi yang dilepaskan oleh suatu atom dalam fasa gas untuk menangkap satu elektron menjadi ion negatif (anion).

Elektronegativitas adalah kecenderungan suatu atom dalam menarik elektron.

Sekarang mari kita bahas beberapa sifat periodik (berurutan) dari unsur - unsur alam. Siapkan tabel periodik kimia anda, karena kita akan benar - benar membutuhkannya kali ini.



Dari kiri ke kanan dalam satu periode, jumlah elektron dan nukleon akan bertambah. Menurut persamaan dari Niels Bohr tentang gaya tarik inti terhadap elektron, gaya elektrostatis berbanding lurus dengan jumlah elektron dan berbanding terbalik dengan jari - jari atom. Hal ini menunjukan bahwa semakin banyak jumlah elektron (dalam satu periode), gaya elektrostatisnya akan semakin besar sehingga memendekkan jari - jari atom. Inilah mengapa semakin ke kanan, jari - jari atom semakin kecil.

Energi ionisasi akan semakin meningkat dari kiri ke kanan (pada 1 periode) dikarenakan seiring mengecilnya suatu atom yang membuat ikatan elektron terhadap inti semakin kuat, diperlukan energi yang lebih besar untuk melepaskan elektron yang dimiliki (Endoterm). Perhatikan bahwa unsur akan lebih stabil jika konfigurasi elektronnya setengah penuh atau penuh.

Itulah mengapa anda melihat adanya garis naik turun pada grafik EI pertama setiap unsur diatas.

Afinitas elektron juga akan semakin menurun seiring bertambahnya jumlah elektron pada satu periode. Hal ini berasal dari alasan yang sama mengecilnya nilai energi ionisasi. Semakin kecilnya jari - jari atom, semakin mudah tertariknya elektron dari luar untuk memasuki kulit valensi atom tersebut. Sehingga Afinitas Elektron akan semakin meningkat, menandakan energi yang dilepaskan semakin besar dalam penangkapan elektron (Eksoterm).

Nilai Elektronegativitas didapat dari rata - rata antara Energi Ionisasi dan Afinitas Elektron. Elektronegativitas terbesar dimiliki oleh Fluorin. Gas Mulia tidak memiliki elektronegativitas karena gas mulia hanya dapat melepas (berbagi) elektron, bukan menerima.


Dalam satu golongan, kita akan mendapat perbedaan apa pengaruh Energi Ionisasi dan Afinitas Elektron pada kereaktifan suatu unsur.

Pada Golongan (Terutama) Alkali dan Alkali Tanah, energi ionisasi digunakan sebagai acuan dikarenakan logam lebih stabil melepas elektron dibanding menerimanya dengan alasan untuk memenuhi aturan duplet / oktet sehingga mendapatkan kestabilannya.
Dari definisi diatas, kita dapatkan bahwa semakin kebawah dalam golongannya, unsur logam akan semakin labil sehingga dapat dikatakan bahwa logam tersebut akan semakin reaktif. Disebut kekuatan logamnya semakin besar dikarenakan logam tersebut sangat mudah melepas elektron. Energi ionisasi Rubidium jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan Litium dikarenakan hanya sedikit energi yang dibutuhkan Rubidium untuk melepas elektronnya.

Energi ionisasi semakin mengecil dalam satu golongan karena setiap kenaikan periode, Kulit atom akan bertambah dan menyebabkan jari - jari atom semakin besar. Kita kembali ke pernyataan Bohr bahwa semakin jauh jarak suatu elektron terhadap inti, semakin kecil gaya tarik antar keduanya. Karena kecilnya gaya tarik tersebut, elektron semakin mudah terlepas dari atomnya sehingga hanya dibutuhkan energi untuk memicu terjadinya eksitasi tersebut. Inilah alasan mengapa pada satu golongan, energi ionisasi semakin mengecil.

Mengapa sifat kebasaan logam Alkali dan Alkali Tanah semakin besar seiring bertambahnya nomor atom dalam satu golongan?
Kita ambil contoh suatu senyawa ionik NaOH dan RbOH. RbOH lebih mudah terionisasi di air dibandingkan NaOH dikarenakan kekuatan ionik (Perbedaan Elektronegativitas) RbOH lebih besar dibandingkan NaOH, hal ini berarti RbOH lebih ionik dibanding NaOH. Senyawa ionik cenderung membentuk ion - ionnya dalam air.

Kelarutan (S) dari senyawa ionik dipengaruhi oleh besarnya derajat ionisasi (Alfa) senyawa tersebut. Karena RbOH lebih ionik dari NaOH, derajat ionisasi RbOH lebih tinggi dibanding NaOH sehingga lebih banyak ion OH- yang terbentuk ketika RbOH dilarutkan kedalam air dibandingkan NaOH pada konsentrasi sama. Inilah alasan mengapa RbOH lebih basa dibanding NaOH.
Perlu diperhatikan, NaOH dan RbOH sama - sama senyawa ionik yang sangat mudah larut dalam air (Semua senyawa alkali hidroksida larut dalam air), tetapi gaya tarik intermolekular mereka berbeda - beda. Gaya tarik ini menimbulkan faktor Van't Hoff yang tidak senilai dengan nilai teoritis mereka (2). Ini yang kita sebut dengan Aktivitas Zat.

Pada Golongan Halogen, perlu anda perhatikan dikarenakan mereka (F Cl Br I At) semua adalah unsur non logam, mereka lebih cenderung menangkap dan berbagi elektron dibanding melepaskannya. Berarti acuan kita kali ini adalah Afinitas Elektron.

Kita mendapatkan kecenderungan dan alasan yang sama persis dengan nilai Energi Ionisasi pada nilai Afinitas Elektron. Yang membedakan disini adalah definisinya (perhatikan kembali definisi diatas).

Fluorin jauh lebih reaktif dibandingkan Iodin dikarenakan afinitas elektron Fluorin lebih besar dibanding Iodin. Afinitas elektron yang besar ini menandakan energi yang dihasilkan Fluorin ketika menangkap 1 elektron sangat besar. Karena energi yang dihasilkan sangat besar, hal ini berarti Fluorin sangat reaktif ketika menangkap satu elektron. Anda misalkan ketika Anda mendapatkan berita menggembirakan (Reaktif menangkap elektron), anda akan melompat - lompat kegirangan (Afinitas Elektron Besar), dan ketika anda mendapatkan berita buruk, anda akan merasa lemas.

Hal ini dibuktikan ketika Fluorin dapat bereaksi dengan hebat dengan gas hidrogen dalam keadaan gelap dan suhu -200 derajat celcius. Sedangkan Iodin sangat susah bereaksi dengan gas hidrogen sehingga membentuk kesetimbangan ketika mereka bereaksi.

Titik didih senyawa asam halida seharusnya semakin meningkat seiring dengan kenaikan nomor atom (Semakin kebawah) dikarenakan Berat Molekul (Mr) senyawa asam halida semakin meningkat. Tetapi HF memiliki titik didih lebih tinggi dibandingkan senyawa asam halida yang lain dikarenakan tingginya selisih elektronegativitas HF yang memungkinkan HF dapat membentuk ikatan hidrogen baik dengan sesamanya maupun dengan air.

Tetapi keasaman semakin meningkat dari HF ke HI dikarenakan karakter ionik (Selisih Elektronegativitas) HF lebih tinggi dari HI (HI lebih kovalen dibandingkan HF).

Titik leleh senyawa natrium halida akan semakin menurun seiring meningkatnya Mr (Semakin turun dalam satu golongan) Contoh, Tf NaF = 1266 K dan Tf NaI = 934 K dikarenakan NaF jauh lebih ionik dibandingkan NaI (dilihat dari selisih elektronegativitas). Semakin ionik suatu senyawa, semakin kuat ikatan intramolekularnya sehingga semakin susah senyawa tersebut untuk diuraikan dan menyebabkan titik leleh dan didihnya meningkat.

Sumber Gambar:
http://www.ptable.com/Images/periodic%20table.png
http://kimia.upi.edu/staf/nurul/web2010/0800190/Andri_Rahadiansyah_0800190/images/grafik%20energi%20ionisasi1.png

4 comments:

  1. thank you ya buat infonya....!! aku bisa nyari jawaban di blok ini untuk ngerjain tugas Kimiaku....
    I'm Ghea/Mega, I'm 17 years old too!! :)

    ReplyDelete
  2. Syukurlah kalau begitu, aku senang blogku bisa membantu :)

    ReplyDelete