Pada Postingan sebelumnya, kita sudah mengetahui definisi Titrasi. Salah satu aplikasi Titrasi yang tidak kalah populernya di kalangan pecinta kimia adalah Titrasi Kompleksometri. Titrasi Kompleksometri bertujuan untuk mengetahui konsentrasi suatu kation logam menggunakan senyawa kompleks berwarna yang akan bereaksi dengan kation logam tersebut sehingga memberikan warna baru pada larutan di titik akhir titrasi.
Contoh Titrasi Kompleksometri adalah mengetahui konsentrasi ion kalsium dan magnesium didalam suatu larutan tidak murni menggunakan EDTA (Etilena Diamin Tetra Asetat) dan EBT (Eriochrom Black-T) pada pH 10 dan 13.
Pada larutan standarnya, EDTA berwarna merah - ungu. Ketika bereaksi dengan ion kalsium, EDTA membentuk kompleks berwarna biru.
Kadar total Ca dan Mg dapat ditentukan dengan mentitrasi larutannya dengan EDTA dan penambahan buffer salmiak, indikator EBT, dan indikator Murexide. Kadar Ca sendiri dapat ditentukan dengan EDTA pada pH 12 tanpa terganggu keberadaan ion Mg2+ dikarenakan pada pH 12, Mg akan mengendap sebagai hidroksidanya.
Hal pertama yang dilakukan adalah menentukan berapa mol ekivalen EDTA yang bereaksi dengan ion Ca2+ dan Mg2+ dalam pH 10 (Menggunakan buffer salmiak). Caranya adalah dengan memasukkan 100 mg indikator EBT kedalam larutan sehingga terbentuk larutan berwarna kompleks merah ungu. Ini menandakan EBT berikatan dengan Ca2+ dan Mg2+. Ketika mencapai titik ekivalen, EDTA mengusir EBT dan mengikat seluruh Ca2+ dan Mg2+ sehingga terbentuklah larutan berwarna kompleks biru. Inilah keuntungan menggunakan mol ekivalen karena kita tidak membutuhkan koefisien masing - masing zat. Pada tahap ini, anda menemukan mol dan konsentrasi total Ca2+ dan Mg2+.
Tahap selanjutnya adalah menentukan kadar Ca. Anda menganalisis konsentrasi Ca pada pH 12 (Gunakan NaOH 4N 2,5 mL) karena pada pH ini Mg akan mengendap. tambahkan 50 mg indikator murexide sehingga terbentuk larutan berwarna kompleks merah. Konsep pada tahap kedua ini sama seperti pada tahap pertama. Penambahan EDTA akan mengusir Murexide yang berikatan dengan Ca sehingga membentuk larutan berwarna kompleks ungu pada titik ekivalen. Pada tahap ini anda menemukan mol dan konsentrasi Ca2+.
Otomatis anda dapat menentukan konsentrasi Mg2+ dari kedua reaksi diatas.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan Reaksi dibawah:

Sturktur EDTA:

Larutan 0,5 M EDTA

Struktur EBT

Serbuk EBT

Struktur Murexide

Serbuk Murexide

Sumber Gambar:
Wikipedia
http://www.cellular-products.com/uploadfile/201002/5/23422766.jpg
http://www.reagent-online.com/uploadfile/201101/18/2241266729.jpg
http://i01.i.aliimg.com/photo/v0/100522013/Murexide_Ammonium_Purpurate_.jpg
Daftar Pustaka:
Petunjuk Praktikum Kimia Analitik I FSAINTEK UNAIR 2005
Contoh Titrasi Kompleksometri adalah mengetahui konsentrasi ion kalsium dan magnesium didalam suatu larutan tidak murni menggunakan EDTA (Etilena Diamin Tetra Asetat) dan EBT (Eriochrom Black-T) pada pH 10 dan 13.
Pada larutan standarnya, EDTA berwarna merah - ungu. Ketika bereaksi dengan ion kalsium, EDTA membentuk kompleks berwarna biru.
Kadar total Ca dan Mg dapat ditentukan dengan mentitrasi larutannya dengan EDTA dan penambahan buffer salmiak, indikator EBT, dan indikator Murexide. Kadar Ca sendiri dapat ditentukan dengan EDTA pada pH 12 tanpa terganggu keberadaan ion Mg2+ dikarenakan pada pH 12, Mg akan mengendap sebagai hidroksidanya.
Hal pertama yang dilakukan adalah menentukan berapa mol ekivalen EDTA yang bereaksi dengan ion Ca2+ dan Mg2+ dalam pH 10 (Menggunakan buffer salmiak). Caranya adalah dengan memasukkan 100 mg indikator EBT kedalam larutan sehingga terbentuk larutan berwarna kompleks merah ungu. Ini menandakan EBT berikatan dengan Ca2+ dan Mg2+. Ketika mencapai titik ekivalen, EDTA mengusir EBT dan mengikat seluruh Ca2+ dan Mg2+ sehingga terbentuklah larutan berwarna kompleks biru. Inilah keuntungan menggunakan mol ekivalen karena kita tidak membutuhkan koefisien masing - masing zat. Pada tahap ini, anda menemukan mol dan konsentrasi total Ca2+ dan Mg2+.
Tahap selanjutnya adalah menentukan kadar Ca. Anda menganalisis konsentrasi Ca pada pH 12 (Gunakan NaOH 4N 2,5 mL) karena pada pH ini Mg akan mengendap. tambahkan 50 mg indikator murexide sehingga terbentuk larutan berwarna kompleks merah. Konsep pada tahap kedua ini sama seperti pada tahap pertama. Penambahan EDTA akan mengusir Murexide yang berikatan dengan Ca sehingga membentuk larutan berwarna kompleks ungu pada titik ekivalen. Pada tahap ini anda menemukan mol dan konsentrasi Ca2+.
Otomatis anda dapat menentukan konsentrasi Mg2+ dari kedua reaksi diatas.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan Reaksi dibawah:
Sturktur EDTA:
Larutan 0,5 M EDTA
Struktur EBT
Serbuk EBT
Struktur Murexide
Serbuk Murexide
Sumber Gambar:
Wikipedia
http://www.cellular-products.com/uploadfile/201002/5/23422766.jpg
http://www.reagent-online.com/uploadfile/201101/18/2241266729.jpg
http://i01.i.aliimg.com/photo/v0/100522013/Murexide_Ammonium_Purpurate_.jpg
Daftar Pustaka:
Petunjuk Praktikum Kimia Analitik I FSAINTEK UNAIR 2005
thx infonyaaa
ReplyDeleteOke sama - sama :)
ReplyDelete